Seni Marawis di MA Al-Muthmainnah

malmuthmainnah - alusSeni Marawis Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah (SEMMALAM) yaitu nama group kesenian religi siswa-siswi MA Al-Muthmainnah Ciogong Sindangbarang Cianjur yang terbentuk pada bulan Mei 2014 merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang dan didirikan oleh Bapak Dedi Koswara, S.Pd.I selaku Wakamad Kurikulum MA Al-Muthmainnah pada waktu itu.

Kegiatan ekstrakurikuler ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia khusunya bagi siswa-siswi MA Al-Muthmainnah dibidang kesenian. Untuk menggali potensi yang dimiliki oleh siswa Bapak Dedi Koswara menugaskan Sri Restu Rahayu salah staf Tata Usaha untuk membimbing Group Marawis tersebut. Langkah positif yang diambil Sri Restu Rahayu untuk membimbing asuhannya, beliau menghadirkan pelatih dari Group Marawis yang ada di MAN Tanggeung yaitu : Kang Aris, Kang Agus dan Kang Maskur untuk melatih seni marawis di MA Al-Muthmainnah.

Waktu latihan yang sangat singkat yaitu hanya 7 hari asuhan Sri Restu Rahayu mampu memahami 12 lagu dan terbentuklah sebuah Group yang didambakan oleh Warga MA Al-Muthmainnah.

Pada hari kedelapan di MA Al-Muthmainnah ini mengenal kesenian marawis  yang bisa didengar dan disaksikan penampilannya serta pada hari itu pula Group Kesenian Marawis resmi dikukuhkan oleh Bapak Dedi Koswara, S.Pd.I. dan diberi nama SEMMALAM yaitu kepanjangan dari Seni Marawis Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah. Setelah resmi dikukuhkan sore itu juga tampil untuk yang pertama kalinya menerima undangan dari salah seorang alumni dalam acara peringatan Maulida Nabi Muhammad SAW di Kp. Cipunaga Desa Kertamukti Kec. Sindangbarang. Seusai penampilan SEMMALAM Hembusan beritapun tersebar kepeloksok penjuru kampung melalui SMS, telpon dan beritu mulut kemulut dan sejak saat itu pula SEMMALAM langsung kebanjiran undangan dan jadwal show yang banyak.

Berikut nama sisw-siswi yang masuh dalam Group SEMMALAM :

1. Fitriani Fahmi (Vokalis) 2. Gunawan (Vokalis) 3. H. Farhan (Pemegang Hajir) 4. Dandi (Pemegang Tumbuk Batu dan Pinggang) 5. Komalasari (pemegang kecrek) 6. Rismawati; 7. Abdalah, 8. Muh. Abdul Latif 9. Desi Ratnasari 10. Tita Safitri 11. Husni Mubarok 12. Alvi Nurhindasah 13. Agri Sugiarto 14. Sri Nurahmah (MC) 15. Rosi Nurutami (MC).

Terima kasih yang tak terhingga kepada semua fihak yang telah ikut berpartisipasi dalam mendirikan Group Marawis SEMMALAM, karena yakin bahwa kesenian tersebut banyak diminati siswa dan layak dijadikan kegiatan ekstrakurikuler.

Demikian sekilas sejarah berdirinya SEMMALAM. Semoga bermanfaat dan semoga menjadi inspirasi untuk terus berkarya untuk Indonesia Jaya dan Bangkit untuk sejahtera.

SIAP PADAMUN NEGERI

PENGUMUMAN PENERBITAN NUPTK BARU.

Kepada PTK se-Indonesia yth.

Menindaklanjuti Surat Edaran dari Kepala BPSDMPK-PMP Kemdikbud no. 14265/J/LL/2013 tanggal 24 Juli 2013 perihal Penerbitan NUPTK Baru *.

Proses pengajuan NUPTK baru sudah dapat dilakukan dengan mencetak Ajuan NUPTK baru (Kode: S06) yang tersedia menggunakan login PTK (PegID) personal masing-masing. Pemberian NUPTK Baru periode 2013 ini hanya berlaku bagi Guru, Kepsek dan Pengawas Sekolah yang belum memiliki NUPTK hingga saat ini.

Sesuai dengan permintaan pihak P2TK Dikdas, P2TK Dikmen dan P2TK Paudni. Khusus bagi para PTK yang telah terdata di sistem pendataan DAPODIK namun belum memiliki NUPTK Permanen. Silakan melakukan proses Penerbitan NUPTK Baru melalui Layanan PADAMU NEGERI sesuai Surat Edaran dari Sesjen BPSDMPK-PMP No. 14742/J1/LL/2013 tanggal 29 Juli 2013 tentang Pengajuan NUPTK Baru bagi Guru ber NUPTK 999**. Untuk panduan dan informasi lebih lanjut silakan kontak dengan LPMP di wilayah masing-masing.

Demikian informasi ini disampaikan, semoga bermanfaat.

Salam PADAMU NEGERI,
Tim Admin Pusat
PADAMU NEGERI INDONESIA-ku
BPSDMPK-PMP KEMDIKBUD 2013

Referensi Surat Resmi:

*) Surat Edaran tentang Pelayanan Pemberian NUPTK baru
Surat Kepala Badan Tentang Pemberian NUPTK 2013.pdf

**) Surat Edaran tentang Pemberian NUPTK baru permintaan dari P2TK Dikdas dan Dikmen
Surat Tentang Pemberian NUPTK berawalan 9999.pdf

Sumber : SIAP PADAMU KEMENDIKBUG.GO.ID

Pengertian Internet

A.    Apakah Internet itu ?

Kalau kita berbicara  tentang Internet saat ini, itu berarti kita bicara tentang World Wide Web (WWW) atau yang sering dikenal dengan Web. Nama itu begitu popular karena sejak web ditemukan pada tahun 1992, Internet tumbuh dengan sangat pesat. Namun sebenarnya, internet sudah ada sejak tahun 1969. Waktu itu, Departemen Pertahanan Amerika Serikat Membangun sebuah Jaringan computer melalui proyek yang disebut ARPanet (Advanced Research Project Administrastion Network).

Jaringan computer adalah kumpulan dari sejumlah computer yang terhubung satu sama lain dan bisa saling bertukar data, oleh sebab itu masing-masing computer bisa berhubungan dengan computer lain melewati berbagai jalur aternatif. Jaringan tersebut kemudian diberi nama internet

Internet (Inter-Network) adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (email, mailist), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.

Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan. Sebuah sistem komputer yang terhubung secara langsung ke jaringan memiliki nama domain dan alamat IP (Internet Protocol) dalam bentuk numerik dengan format tertentu sebagai pengenal. Internet juga memiliki gateway ke jaringan dan layanan yang berbasis protokol lainnya.

B.    Tujuan

Tujuan dari pembangunan internet adalah untuk saling bertukar data (informasi). Kita bisa masuk ke computer lain dan melihat informasi yang ada, misal hasil penelitian suatu badan research yang  berada di mancanegara. Selain itu fasilitas yang sangat popular sejak awal adalah e-mail (surat elektronik) yang digunakan untuk berkomunikasi dan newsgroup digunakan sebagai sarana berdiskusi tentang topik tertentu.

C. BEKERJA DENGAN INTERNET

Untuk bisa menjelajahi internet, kita harus memiliki peralatan yang dibutuhkan :
•    Komputer minimal Pentium 1000 Mhz atau yang setara
•    RAM (Random Acces Memory) minimal 16 MB
•    Modem (eksternal atau internal)
•    Jaringan Telephon
•    Monitor
•    ISP (perusahaan penyedia jasa internet)

Untuk bisa menjelajahi internet, kita harus mendaftar diri/langsung ke lembaga penyedia jasa internet yang disebut ISP (internet Service Provider)

Ada beberapa ISP yang bisa anda pakai di Indonesia :

1.    Telkom Net
2.    Iptek Net
3.    ITB Net
4.    Mega Net
5.    Indo Net
6.    red Net
7.    Satelindo
8.    Idola Net
9.    CBN Net
10.    Sisco Net
11.    Wasantara Net
12.    Melsa Net dll.

D. Istilah-istilah dalam Internet :

1.TCP (Transmission Control Protocol)
Yang memastikan bahwa semua hubungan telah bekerja dengan benar.

2.ISP ( Internet Service Provider)
Lembaga penyedia jasa internet.

3.IP (internet protocol)
Untuk mentransfer data dari satu computer ke computer lainnya, biasanya berupa nomor-nomor khusus (unik) sebagai pengenal untuk masing-masing komputer.

Ujian Akhir Sekolah/ Madrasah

Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) Ganjil Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah akan dilaksanakan pada tanggal 03 – 09 Desember 201 sesuai dengan jadwal yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Mohon do’a restunya dari semua pihak, semoga dalam pelaksanaannya berjalan lancar sesuai harapan. Amiin

Kegiatan PMR

Siswa Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah Ciogong Sindangbarang Cianjur yang masuk di organisasi Palang Merah Remaja, pada tanggal 05 – 06 Oktober 2012 mengiktui pelatihan dan pelantikan pengurus baru yang bertempat di Ciobodas Cianjur. Jumlah utusan yang mengikuti kegiatan tersebut 19 orang dan di bimbing oleh satu orang pembina (Atang Yusdiansyah, S.Pd.)

Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasarkepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.

Pada Perang Dunia I di Australia yang melatar belakangi terbentuknya Palang Merah Remaja (PMR) yang bernama “ The Young Red Cross “ yang melibatkan anak – anak sekolah untuk membantu korban perang.

Palang Merah Indonesia membentuk Palang Merah Remaja pada tanggal 1 Maret 1950 yang dipimpin oleh Nn. Siti Dasimah dan Nn. Paramita Abdurachman.

TUJUAN PALANG MERAH REMAJA

1. Membangun manusia seutuhnya

2. Mendidik dan melatih generasi muda dalam kegiatan positif

3. Menumbuhkan minat para remaja di bidang kemanusiaan dan sosial

JUMBARA

JUMBARA atau Jumpa Bhakti Gembira adalah kegiatan besar organisasi PMR seperti halnya jambore pada organisasi Pramuka.

JANJI PMR

Setiap anggota Palang Merah Remaja memiliki janji untuk berbakti pada masyarakat, yang berbunyi:

“Kami anggota palang merah remaja berjanji disertai dengan penuh rasa tanggung jawab dan bersungguh hati akan :

1. Bertaqwa kepada Tuhan YME,
2. Berbakti kepada masyarakat,
3. Mempertinggi mutu keterampilan dalam bidang kebersihan dan kesehatan,
4. Menjalin persahabatan Nasional dan Internasional,
5. Memjunjung tinggi nama baik PMR dan PMI dengan memegang teguh prinsip-prinsip kepalangmerahan yaitu ;
- Kemanusiaan,
- Kesamaan ,
- Kenetralan,
- Kemandirian,
- Kesukarelaan,
- Kesatuan, dan
- Kesemestaan. “

TRIBAKTI PMR

seperti halnya pramuka yang memiliki dasadharma pramuka, maka dalam PMR dikenal tri bakti yang harus diketahui-dipahami dan dilaksanakan oleh semua anggota. PMRTRI BAKTI PMR tersebut adalah: 1. Berbakti kepada masyarakat 2. Mempertinggi ketrampilan, menjaga kebersihan serta kesehatan 3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.

KEGIATAN PALANG MERAH REMAJA

1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

2. Perawatan Keluarga

3. Dapur Umum

4. Bongkar Pasang Tenda

5. Tekhnik Hidup di Alam Bebas

6. Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara)

7. Kemping, Heking dan Cross Country

8. Pengenalan obat – obatan

9. Pembinaan fisik dan mental

10. Keterampilan organisasi/kepemimpinan

TUGAS/KEGIATAN KHUSUS YANG SESUAI DENGAN KEMAMPUAN

1. Berbhakti terhadap masyarakat dari lingkungan rumah tangga sampai dengan lingkungan masyarakat

2. Kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan hidung dan gigi

3. Persahabatan Nasional dan Internasional antar anggota Palang Merah/masyarakat ( di dalan / di luar negeri )

MENJADIKAN MADRASAH SEKOLAH UMUM UNGGULAN

 Oleh: A.Tafsir

Kata madrasah sudah sangat umum dikenal baik oleh komunitas muslim maupun non-muslim. Dalam pemakaiannya sehari-hari kata madrasah digunakan untuk menunjuk berbagai lembaga pendidikan. Anak-anak yang pergi mengaji ke mesjid di sore hari sering disebut akan ke madrasah. Ibu-ibu yang akan mengaji di majlis ta’lim sering juga menyebut dirinya akan ke madrasah. Ada juga yang lebih mapan yaitu istlah madrasah diniyah. Kata madrasah diniyah ini dahulu sangat dikenal di daerah Minangkabau. Dahulu, di sana ada madrasah yang sangat terkenal yaitu Madrasah Diniyah Putri Padangpanjang. Yang akan dibicarakan dalam tulisan ini adalah madrasah sebagai sekolah umum.

Madrasah artinya sekolah. Maka ada kawan saya yang memang tidak paham, ia mengatakan bahwa anaknya sekolah di madrasah, tentu yang lain dapat saja mengatakan “anak saya sekolah di sekolah.”
Madrasah yang paling popular sekarang adalah sekolah umum yang berciri khas Islam, terdiri atas Madrasah Ibtida`iyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. . Berikut ini dibicarakan definisi madrasah tersebut, perhatian masyarakat terhadap madrasah itu, dan bagaimana menjadikan madrasah tersebut sebagai sekolah umum unggulan.

Istilah madrasah sebagai sekolah umum muncul mula-mula dalam undang-undang tentang system pendidikan nasional (UUSPN) nomor 2 tahun 1989. Di situ dikatakan bahwa madrasah adalah sekolah umum yang berciri khas agama Islam. Dalam UUSPN nomor 20 tahun 2003, yang berlaku sekarang, definisi madrasah seperti dalam UU No.2/89 tidak muncul, penggantinya ialah teks yang menyebutkan bahwa Madrasah Ibtida`iyah sama dengan SD, Madrasah Tsanawiyah sama dengan SMP, Madrasah Aliyah sama dengan SMA. Teks ini sebenarnya sama esensinya dengan teks dalam UU sebelumnya.

Sejak berlakunya UU No.2/89 (dilanjutkan dalam UU No.20/2003) di Indonesia ini kita mengenal dua macam sekolah umum, yaitu sekolah dan madrasah. Sekolah terdiri atas SD-SMP-SMA, madrasah terdiri atas Ibtida`iyah-Tsanawiyah-Aliyah.
Sekolah umum lawannya bukan sekolah khusus; sekolah umum itu lawannya ialah sekolah kejuruan; jadi di kita ada sekolah umum dan ada sekolah kejuruan yang disebut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kalau dilihat isi programnya (kurikulumnya), sekolah umum itu, yaitu sekolah dan madrasah, sebenarnya hanya sampai SMP. Di SMA sudah ada jurusan-jurusan. Kurikulum SD sampai SMP sama saja dengan kurikulum Ibtida`iyah sampai Tsanawiyah. Tetapi jurusan yang ada di SMA dan Aliyah tidak dapat disebut sebagai sekolah kejuruan, SMA dan Aliyah tetap disebut sekolah umum. Istilah sekolah umum kelihatannya lebih menunjuk ke pendidikan akademik, katakanlah penguasaan teori, sedangkan seolah kejuruan lebih menunjuk ke penguasaan keterampilan.

Tatkala madrasah dikenalkan pada tahun 1990, yaitu tatkala UU No.2/89 mulai berlaku, banyak sekali pendapat beredar dalam masyarakat yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap madrasah. Itu disebabkan jam pelajaran agama di madrasah tersebut sama dengan jam pelajaran agama di sekolah, yaitu dua jam pelajaran setiap minggu. Ada anggota masyarakat berkata “namanya madrasah, tetapi jam agamanya kok hanya dua jam.” Kalimat itu sebenarnya merupakan kekecewaan. Akibatnya ialah muncul pandangan dalam masyarakat bahwa menyekolahkan anak ke madrasah sama saja dengan menyekolahkan anak ke sekolah. Akibat selanjutnya ialah madrasah relatif kekurangan murid sementara sekolah tetap kebanjiran murid.

Madrasah adalah sekolah umum. Ya, ini benar. Lantas di mana bedanya sampai ia harus disebut madrasah? Bedanya ialah pada kekhasan system. Madrasah ialah sekolah umum yang berciri khas Islam. Inilah kalimat kunci untuk memahami madrasah sebagai sekolah umum. Jadi, Ibtida`iyah ialah SD islami, Tsanawiyah ialah SMP islami, Aliyah ialah SMA islami. Itulah sebabnya kita mengatakan bahwa perbedaan madrasah dan sekolah terletak pada sistemnya. Jika sekolah adalah lembaga pendidikan umum yang sistemnya bukan islami, sementara madrasah adalah lembaga pendidikan yang sistemnya islami. Artinya, segala sesuatu di madrasah haruslah islami. Teori-teori ilmu yang diajarkan haruslah islami, tata tertib madsarah harus islami, pergaulan di madrasah haruslah islami, berpakaian, berkata, segala kelakukan, haruslah islami. Jadi, jam pelajaran agama sebenarnya sekitar 48 jam pelajaran perminggu, bukan dua. Yang dua jam itu ialah jam pelajaran untuk memperoleh pengetahuan agama Islam. Inilah yang pertama-tama yang kurang dipahami selama ini. Yang kedua, yang kurang dipahami, ialah tujuan pendidikan agama di madrasah bukanlah untuk menguasai keahlian, bukan untuk menjadi ahli agama. Madsarah itu sekolah umum, sama dengan sekolah, bedanya “hanyalah” keberagamaan murid madrasah diharap lebih baik dari pada murid sekolah. Itu diharapkan muncul dari tradisi sehari-hari yang islami itu tadi.

Nah, untuk yang nantinya ingin mendalami pengetahuan agama, disediakan jurusan agama sejak kelas dua Aliyah. Tetapi jurusan ini kurang laku karena jurusan ini membatasi murid dalam memilih fakultas di perguruan tinggi. Sebagai contoh, tamatan Aliah jurusan agama diterima masuk fakults Syari’ah di PTAI, jurusan lain pun diterima, bahkan yang dari SMA juga diterima. Mengapa? Karena di fakultas Syari’ah kuliah agama itu dimulai dari awal.

Dilihat dari segi model desain, sebenarnya system madrasah lebih baik dari pada sekolah karena pengetahuan umum yang diberikan di madrasah sama dengan yang diberikan di sekolah, pengetahuan agama jumlah jamnya sama dengan yang diberikan di sekolah, kelebihannya terletak pada sistemnya. Madrasah menganut system islami, yaitu segala program kurikuler maupun non-kurikuler di madrasah (seperti disebut di atas tadi) haruslah islami. Kita harapkan lulusan madrasah itu pengetahuan umumnya sama dengan lulusan sekolah tetapi tingkat keberagamaannya lebih baik. Untuk mudahnya begini: lulusan Aliyah itu sama dengan lulusan SMA tetapi dengan akhlak yang lebih baik. Gambaran umumnya ialah: Lulusan Aliyah itu pengetahuan umumnya sama dengan lulusan SMA, tetapi mereka tidak mabuk dan tidak tawuran.

Ketinggian akhlak inilah sebenarnya nilai lebih madrasah. Karenanya madrasah dapat disebut sekolah plus. Pada tahun 1990 saya pernah meramal, jika madrasah dijalankan dengan benar, maka kelak SD-SMP-SMA itu akan kehabisan murid. Ramalan saya itu telah terbukti pada tingkat SD. Di beberapa daerah banyak SD yang tidak kebagian murid tetapi Ibtida`iyah di dekatnya kebanjiran murid. Ramalam saya itu belum terbukti untuk tingkat Tsanawiyah dan Aliyah, sekalipn memang pada kenyataannya semakin banyak Tsanawiyah dan Aliyah yang meningkat peminatnya. Ya, tetapi kenapa orang-orang muslim masih banyak yang kurang berminat memasukkan anaknya ke madrasah?

Pertama, ada beberapa murid muslim yang enggan berkehidupan secara muslim yang diterapkan di madrasah. Anak-anak perempuan muslim mungkin keberatan masuk madrasah karena peraturan berpakaian muslimah yang dirasa terlalu ketat. Pergaulan bebas antara siswa putra dan siswa putri memang sangat ketat di madrasah, hal itu sedikit longgar di sekolah. Ini dapat saja menjadi penyebab murid enggan masuk madrasah. Mungkin juga ada anggapan masuk madrasah berarti telah mengumumkan keberpihakan, sementara masuk sekolah dianggap netral. Tetapi penyebab yang paling utama ialah karena mutu pendidikan umum di madrasah secara rata-rata memang masih di bawah sekolah.

Kunci menjadikan madsarah sebagai sekolah umum unggulan yang dijadikan rebutan calon murid ialah peningkatan mutu mata pelajaran umum, khususnya Bahasa Inggeris dan MIPA. Jika pada mata pelajaran umum (khususnya Bahasa Inggeris dan MIPA) sudah setingkat dengan sekolah terbaik di satu kota, maka orang tua di kota itu akan berebut memasukkan anaknya ke madrasah. Tetapi bila sudah muncul madrasah seperti itu, dan sekarang sudah ada beberapa, hendaknya pengelola madrasah janganlah lupa kata kuncinya: orang-orang berebut menyekolahkan anaknya ke madrasah karena dua hal (1) karena mutu pendidikan umumnya setingkat dengan sekolah terbaik, dan (2) madrasah menjamin anaknya tidak nakal.

Tidak nakal adalah sebagian sifat akhlak karimah. Jadi, pembinaan akhlak adalah kata kunci juga untuk menarik minat orang tua menyekolahkan anaknya ke madrasah. Akhlak karimah itu fondasinya ialah iman, bahkan sulitlah dibedakan mana akhlak dan mana iman. Iman yang kuat akan menghasilkan akhlak yang karimah. Akhlak yang baik adalah pertanda iman yang kuat. Karena itu praktek kehidupan yang dapat memperkuat iman sangat perlu di madrasah.

Penanaman iman (dan akhlak) bukanlah hal pengajaran. Bercermin pada para nabi dan ulama pemimpin umat, penanaman iman dan peningkatan akhlak selalu dilakukan dengan pembiasaan, peneladanan, serta pemotivasian.
Mengapa orang tua murid memasukkan anaknya ke madrasah? Satu di antara alasannya ialah karena madrasah menjamin anaknya tidak akan nakal. Ini tantangan bagi pengelola madrasah. Inilah plusnya madrasah. Dari segi desain system tuntutan itu dapat dipenuhi oleh madrasah. Yang masih menjadi persoalan ialah apakah pengelola madrasah bena-bena telah memahami visi dan misi madrasah dan telah memahami pula hakikat madrasah?

Orang tua tidak ingin anaknya nakal karena beberapa alasan yang dapat dipahami. Pertama, anak nakal itu kesehatan fisik dan psikisnya rawan; misalnya saja bila ia sering keluar malam, kesehatannya akan terancam. Kedua, anak nakal itu biayanya mahal, coba saja kalau ia ngebut lantas nabrak, kan mahal biayanya, memperbaiki motor, berobat bila terluka atau patah; bila ditangkap polisi karena menabrak jelas orang tuanya akan mengeluarkan biaya. Bila Anda miskin sebaiknya jangan punya anak nakal. Anak nakal itu biayanya besar. Ketiga, anak nakal itu akan menurun kemampuan belajarnya, teorinya: semakin nakal anak semakin merah rapornya. Ini mudah dipahami. Karena kenakalannya itu pikirannya tidak focus; karena kenakalannya itu ia tidak sempat mengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Keempat, orang tua malu bila anaknya nakal. Jadi, masuk akal bila orang toa tidak ingin punya anak nakal. Nah, madrasah dapat memberikan jaminan itu, bila madrasah dioperasikan dengan benar.

MANAJEMEN PENDIDIKAN MENUJU MADRASAH YANG POPULIS

MANAJEMEN PENDIDIKAN MENUJU MADRASAH YANG POPULIS

Oleh: A. Tafsir

Dalam sebuah sekolah, madrasah, atau satuan kerja apa pun, manajemen yang baik diperlukan, terutama oleh pemimpin satuan kerja itu. Dalam hal madrasah, kepala madrasah adalah orang yang paling penting memiliki manajemen yang efektif. Karena itu pembahasan berikut ini ialah tentang manajemen kepala madrasah.

Salah satu tugas kepala madrasah ialah “menjual” madrasah agar sebanyak mungkin orang tua murid tamatan SD atau Ibtida`iyah memasukkan anaknya ke Tsanawiyah. Yang dimaksud dengan “menjual” ialah mempromosikan. Tidak hanya komoditi dagang yang perlu dipromosikan, program juga perlu dipromosikan. Kepala madrasah harus menjelaskan (dengan berbagai cara) kepada orang tua calon murid apa keunggulan madrasah termasuk Madrasah Tsanawiyah, dengan itu orang tua calon murid mengetahui apa untungnya mereka menyekolahkan anaknya di Madrasah Tsanawiyah. Anda perlu mempromosikan; Anda tidak boleh menganut filsafat emas: emas tidak perlu dipromosikan, emas adalah emas, di manapun tempatnya, apapun pembungkusnya orang pasti tahu bahwa itu adalah emas.
Dalam medesain manajemen madrasah (termasuk Madrasah Tsanawiyah), hal-hal berikut ini perlu sekali dipertimbangkan: (1) hakikat madrasah, (2) tujuan madrasah, (3) program pendidikan madrasah, (4) proses pendidikan di madraah, (5) evaluasi hasil pendidikan madrasah.

(1) Hakikat Madrasah
Kata madrasah menjadi kata yang lebih terkenal karena kata ini ada di dalam UU No.2/1989 tentang sisdiknas. Di situ dikatakan bahwa madrasah ialah sekolah umum berciri khas agama Islam. Sejak UU itu diberlakukan kita mengenal dua macam sekolah umum yaitu sekolah dan madrasah. Sekolah ialah sekolah umum yang terdiri atas SD, SMP, SMA/SMK sementara madrasah ialah sekolah umum yang terdiri atas MI, MTs, dan MA/MAK Tidak ada perbedaan antara sekolah dan madrasah baik pada tujuan maupun kurikulumnya; perbedaannya terletak pada system. Madrasah memakai system islami sedangkan sekolah memakai system -mungkin- pancasilais.

Oleh karena itu di dalam UU Nomor 20/2003 dikatakan bahwa Madrasah Ibtida`iyah itu sama dengan SD; Madrasah Tsanawiyah itu sama dengan SMP; Madrasah Aliyah itu sama dengan SMA; definisi madrasah seperti yang disebut dalam UU No.2/89 tidak ada dalam UU No.20/2003. Karena perbedaan hanya pada system maka kita dapat mengatakan bahwa MI itu sama dengan SDI; Mts itu sama dengan SMPI; MA itu sama dengan SMAI. MIN itu sama dengan SDIN; MtsN itu sama dengan SMPIN; MAN itu sama dengan SMAIN.

Kurikulum madrasah dan sekolah persis sama; termasuk jam pelajaran agama yaitu sama-sama dua jam. Dan jam agama ini jangan ditambah. Lantas mengapa disebut madrasah bila sama? Yang tidak sama ialah sistemnya seperti disebut di atas tadi. Di Madrasah itu semuanya harus islami, berpakaian islami, berkata-kata islami, peraturan-peraturan harus islami, pergaulan sehari-hari islami, pelaksanaan ibadah harus islami, teori-teori pengetahuan yang diajarkan harus pula islami. Pokoknya madrasah itu adalah sekolah islami.

(2) Tujuan Pendidikan Madrasah
Tujuan pendidikan di madrasah sama dengan di sekolah. Karena sistemnya islami maka murid-muridnya harus menjadi muslim yang sempurna. Bila disederhanakan maka tujuan pendidikan madrasah sama dengan tujuan sekolah tetapi dengan keimanan yang tahan banting. Masih sering orang mengatakan kalau anak sekolah nakal, hal itu biasa; tetapi anak madrasah tidak boleh nakal, karena system islami itu tidak mungkin memberi peluang muridnya nakal. Jadi, murid tamatan MA mutunya sama dengan murid tamatan SMA tetapi dengan keimanan yang tahan banting. Murid tamatan MTs sama dengan murid tamatan SMP tetapi dengan keimanan yang tahan banting.

(3) Program
Untuk mencapai tujuan itu, yaitu penguasaan pengetahuan dan keterampilan umum sama dengan sekolah plus keimanan yang tahan banting, perlu disediakan program (kurikulum dalam pengertian luas) yang sesuai. Kurikulum umum (pengetahuan umum dan keterampilan umum) sekurang-kurangnya sama dengan kurikulum sekolah, lebihnya ialah di madrasah harus ditambah dengan kurikulum untuk menanamkan keimanan sehingga tercapai tujuan berkeimanan yang tahan banting tadi.

Jam pelajaran agama cukup dua jam. Ya, sama dengan di sekolah. Bahasa Inggeris dan Matematika sebaiknya ditambah masing-masing 1 jam pelajaran lebih banyak dari pada yang ada di sekolah. Itu dengan cara menambah jam pelajaran dua jam setiap minggu, bukan dengan mengurangi jam mata pelajaran lain, dan bukan dengan mengurangi lamanya jam pelajaran. Penambahan 1 jam pelajaran itu dilakukan sementara madrasah masih terpaksa menerima murid yang mutunya kurang bagus.

(4) Proses
Proses pendidikan di madrasah sama saja dengan di sekolah. Perbedaannya ialah kegiatan penanaman iman di madrasah berlangsung sepanjang hari plus kerjasama dengan orang tua murid secara intensif.

Penanaman keimanan itu tidak dapat dilakukan melalui proses pengajaran kognitif; penanaman keimanan itu dilakukan melalui peneladanan, pembiasaan, pemotivasian, mungkin melalui penegakan hukum dan sebagainya. Kesemuanya teknik itu dirangkum dalam metode internalisasi. Metode internalisasi itu metode yang tepat untuk menanamkan iman yang kuat. Yang meneladankan, membaiasakan, memotivasi, dan lain-lain itu ialah kepala sekolah, semua guru, semua pegawai sekolah, tukang sapu, penjaga sepeda, juga ibu-ibu yang berjualan di kantin sekolah; di rumah peneladan itu dilakukan terutama oleh ayah dan ibu murid itu.

Mungkin ada orang yang belum tahu bahwa pendidikan keimanan dan ketakwaan itu sebenarnya adalah tugas Diknas, pengajaran agama dilakukan oleh Depag atas nama Diknas. Jadi, adalah wajib hukumnya seluruh aparat Diknas, terutama yang ada di sekolah itu untuk melaksanakan pendidkan keimanan dan ketakwaan.

(5) Evaluasi
Evaluasi hasil pendidikan di madrasah sama juga dengan yang di sekolah. Perbedaan mungkin terletak pada evaluasi hasil penanaman iman. Dalam garis besarnya evaluasi hasil pendidikan keimanan itu dilakukan dengan portofolio; penilaian dilakukan secara terus menerus (progressive assessment).

Bila madrasah dimanej seperti itu sudah dapat dipastikan akan banyak murid yang masuk madrasah. Pada tahun 1990 saya pernah meramal bahwa bila madrasah itu dimanej dengan baik maka SD, SMP, SMA itu nanti akan bubar, muridnya akan pindah ke madrasah, atau akan kekurangan muird sementara madrasah akan kebanjiran murid. Ramalan saya itu telah banyak buktinya; sudah banyak SDN yang kekurangan murid bahkan tidak dapat murid sama sekali sementara MI di dekatnya kebanjiran murid. Sudah semakin banyak MA yang menjadi pilihan pertama sebelum SMAN, jadi MAN sebagai pilihan pertama.

Mengapa madrasah lebih baik dari pada sekolah? Karena madrasah dapat menjamin muridnya tidak nakal. Bila prestasi di bidang pengetahuan umum sama dengan sekolah, apalagi lebih baik, sementara kenakalan lebih kecil kemungkinannya di madrasah, tentu saja orang tua murid akan memasukkan anaknya ke madrasah. Tidak ada orang tua murid yang ingin anaknya nakal. Jadi kuncinya ialah: mutu pendidikan umum sama dengan sekolah, lebihnya ialah ada jaminan tidak nakal. Bisakah? Harus, karena madrasah itu ialah sekolah islami; MI itu adalah SD Islami; Mts itu adalah SMP Islami, MA itu adalah SMA Islami. Harus bisa. Itulah cara menjual madrasah, itulah cara mempromosikan madrasah. Ya, itu memerlukan manager yang hebat. Siapa manager itu? Kepala sekolah

Masa Orientasi Pramuka

Masa Orientasi Pramuka Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah Tahun 2012

Pengurus Ambalan Bintang Samudera
Pelaksanaan Masa Orientasi Pramuka (MOP) Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah Ciogong Sindangbarang Cianjur bertempat di Bumi Perkemahan Tegalbuleud Desa Talagasari Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur pada tanggal 13 – 15 Juli 2012. Kegiatan ini dibuka oleh Kak Mabigus MA Al-Muthmainnah Bapak Elas Supriatman, S.Pd.
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Yang Maha Ghafur karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kegiatan MOP Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah berjalan aman dan lancar sesuai harapan.
Masa Orientasi Pramuka merupakan bentuk kegiatan yang didalamnya berisi tentang pengenalan madrasah, tata tertib madrasah dan sekaligus digabungkan dengan Pengenalan Dasar Kepramukaan serta pemantapan keagamaan. Kegiatan ini juga sebagai ajang penerimaan peserta didik baru sebagai anggota Pramuka yang merupakan rangkaian dari kegiatan  Masa Orientasi Siswa. Kegiatan ini diarahkan pada usaha menanamkan watak disiplin, kepemimpinan dan kemandirian dalam usaha mengembangkan diri peserta didik seutuhnya baik fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual sebagai individu, bagian dari masyarakat serta makhluk ciptaan Allah SWT.

Sehingga dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan mampu menempa calon pemimpin yang berbudi luhur, berkarakter dan bermental baja. Pemimpin yang siap memberikan yang terbaik bagi lingkungan, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama.

Undangan Syukuran Kenaikan Kelas dan Peringatan Isra Mi’raj

Keluarga Besar Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah mengundang Bapak/ Ibu Orang Tua/ Wali Siswa dan Simpatisan untuk hadir dalam acara Gebyar Kenaikan Kelas dan Peringatan Isra Mi’raj yang akan dilaksanakan pada tanggal 03 Juli 2012 bertempat di Lapangan Desa Kertasari jam 19.30 WIB sampai dengan selesai.

Informasi Sertifikasi PTAI

P E N G U M U M A N

Nomor : DT.I.I/PP.00/508/2012

Terlampir kami informasikan Daftar Calon Peserta (Long List) Sertifikasi bagi Guru RA/ Madrasah dalam Jabatan. Daftar ini memuat guru RA/ Madrasah calon peserta sertifikasi yang memenuhi syarat dan telah terverifikasi baik hasil pendataan tahun 2012 mupun tahun sebelumnya, tetapi tidak bisa disertifikasi pada tahun 2012 karena keterbatasan kuota. Sementara, guru RA/ madrasah yang telah ditetapkan sebagai peserta sertifikasi tahun 2012 (baik guru mata pelajaran umum maupun keagamaan) tidak dicantumkan lagi dalam long list terlampir.

Sehubungan dengan pengumuman long list ini, kami sampaikan beberapa hal berikut :

  1. Long list disusun berdasarkan usia, masa kerja, dan golongan, per Kabupaten/ Kota dan per Kelompok PNS/ Bukan PNS;
  2. Guru RA/ madrasah (guru kelas RA, guru kelas MI, guru mata pelajaran umum maupun keagamaan, guru BK) yang memenuhi syarat untuk ikut sertifikasi guru dalam jabatan, tetapi tidak tercantum dalam long list agar mendaftarkan diri melalui Kantor Kementerian Agama Kab/ Kota pada saat diadakannya pemutakhiran data yang akan diadakan sekitar bulan Oktober-Desember 2012 atau menunggu pengumuman kami berikutnya;
  3. Guru RA/ madrasah yang namanya tercantum dalam long list tetapi ada kesalahan pendataan agar melakukan perbaikan pada saat diadakannya pemutihan data;
  4. Guru RA/ madrasah yang namanya tercantum dalam long list tetapi datanya berbeda dengan kondisi sekarang (misalnya: satminkalnya sekarang berbeda dengan yang ada dalam long list) agar melakukan perbaikan pada saat diadakannya pemutakhiran data;
  5. Guru RA/ madrasah yang namanya tercantum dalam long list, padahal sudah ikut sertifikasi agar melakukan pencabutan dengan memebritahukan Kasi Mapenda/ Kapendais Kab/ Kota;
  6. Guru RA/ madrasah yang namanya tercantum dalam long list dan sudah benar tidak perlu mendaftar ulang.

Demikian, agar semua pihak yang berkepentingan menjadi maklum.

Jakarta, 6 Juni 2012

Direktur Pendidikan Madrasah

Ttd.

Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.

Pengumuman Nama Calon Peserta Sertifikasi Guru Madrasah dalam Jabatan. Download disni

Berikut ini adalah Pengumuman Nama Calon Peserta Sertifikasi Guru Madrasah dalam Jabatan untuk Wilayah Prov. Jawa Barat:

1. Pengumuman Nama Calon Peserta Sertifikasi Guru Madrasah dalam Jabatan

2. Sisa Longlist PTAI JABAR PNS

3. Sisa Longlist PTAI JABAR Non PNS